Ragukan Adanya Oposisi PDF Print E-mail
Written by Kompas   
Thursday, 23 July 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Bahtiar Effendy, meragukan terbangunnya oposisi di Indonesia, apalagi ia juga tidak melihat adanya upaya yang cukup serius untuk membangun oposisi dalam parlemen mendatang.

"Saya tidak melihat ada upaya serius membangun oposisi, meskipun sering kali muncul keinginan untuk membangun kekuatan oposisi," ujar Bahtiar dalam diskusi di Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations di Jakarta, Kamis (23/7).

Diskusi yang mengangkat tema "Membangun Tradisi Oposisi Politik" ini dipandu oleh Direktur Eksekutif CDCC Abdul Muti.

Menurut Bahtiar, oposisi yang dibangun harus di parlemen, bukan di jalanan. Kalau oposisi di jalanan, hal itu tidak akan membawa pengaruh bagi usaha untuk membangun sistem politik yang baik. "Check and balances itu adanya di parlemen, bukan di jalanan. Ini kalau kita memang berniat membangun demokrasi dan sistem politik yang maju," katanya.