Profile PDF Print E-mail

Image
Pesantren Pabelan, Muntilan Jawa Tengah
Bahtiar Effendy dilahirkan di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 10 Desember 1958. Ia adalah putera pertama dari pasangan Haji Muhammad Umar dan Hajah Chotijah.  Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri (pagi) dan Madrasah Ibtidaiyah (sore) di Ambarawa. Setelah itu ia berkeinginan masuk Pondon Moderen Gontor, Ponorogo, tapi tidak lulus. Akhirnya, ia meneruskan sekolah di Pondok Pesantren Pabelan, Muntilan Jawa Tengah.

Tujuh tahun lebih Bahtiar mengenyam pendidikan di pesantren yang diasuh oleh almarhum KH Hamam Dja’far, alumni Pondok Gontor. Di sini Bahtiar belajar ilmu agama dan ilmu umum, termasuk bahasa Arab dan Inggris. Sesekali Bahtiar mempraktikkan bahasa Inggris dengan tamu-tamu asing yang datang ke pesantren, dan turis-turis yang berkunjung ke Borobudur.


Image
Montana, Amerika Serikat
Pada tahun 1976, Bahtiar memperoleh beasiswa Ameican Field Service (AFS). Beasiswa tersebut memungkinkan Bahtiar untuk sekolah di Columbia Falls High School, Columbia Falls, Montana, Amerika Serikat, selama satu tahun (1976-1977). Di kota itu, ia tinggal dengan keluarga Teddy dan Marion Andrew.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, Bahtiar mengajar di Pesantren Pabelan selama satu tahun (1977-1978). Tahun 1979, ia melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta. Di Ciputat, Bahtiar aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Cabang Ciputat. Pada 1981, ia mengikuti program Ship for Southeast Asian Youth and Japan. Bersama dua ratusan pemuda dari Asia Tenggara dan Jepang, selama dua bulan, ia keliling  Asia Tenggara dan Jepang berdialog dengan masyarakat dan pimpinan pemerintahan.

Pada tahun 1982, Bahtiar menamatkan studi Sarjana Mudanya di Fakultas Ushuluddin, IAIN Jakarta. Ia menulis risalah dalam bahasa Inggris dengan judul “Martin Luther.” Pada masa-masa inilah Bahtiar belajar menulis di media massa dengan mentor seniornya Fachry Ali. Sambil merampungkan pendidikan di IAIN Jakarta, ia bekerja pada Dewan Masjid Asia dan Lautan Teduh di bawah pimpinan almarhum Anton Timur Djaelani, mantan Direktur Jenderal Bimbingan dan Kelembagaan Islam, Departemen Agama.  Inilah tahun-tahun yang member kesempatan luas bagi Bahtiar untuk berkunjung ke mancanegara:  Islamic Unity Week di Colombo, Sri Lanka (dengan Fachry Ali, Hadimulyo, almarhum Iqbal Saimima, Haedar Bagir, dan Jalaluddin Rakhmat), training jurnalistik di City University, London; World Conference on Religion and Peace di Nairobi, Kenya (dengan  almarhum Lukman Harun, Anton Timur Djaelani, Rusydi Hamka, Din Syamsuddin); fellow pada East West Center (dengan Derek Manangka), dan lain sebagainya.

Image
Ohio University
Pada tahun 1985, Bahtiar menyelesaikan pendidikan sarjana penuhnya pada IAIN Jakarta. Skripsi sarjananya dikembangkan menjadi buku Merambah Jalan Baru Islam, yang ditulis bersama Fachry Ali. Pada tahun 1986, atas beasiswa dari the Asia Foundation, ia meneruskan program S2 pada Southeast Asia Studies Program, Ohio University, Athens, Ohio. Ia menyelesaikan  program ini pada tahun 1988 dengan thesis The Nine Stars and Politics: A Study of the Nahdlatul Ulama’s Acceptance of Asas Tunggal and Its Withdrawal from Politics, di bawah bimbingan Prof. William Frederick dan Prof. Susan Rodgers.

Atas anjuran dan bantuan Prof. William Liddle, pada 1998 ia belajar Ilmu Politik di Ohio State University, Columbus, Ohio.  Pendidikan di OSU dimungkinkan atas beasiswa dari MUCIA dan the Asia Foundation. Program doktor diselesaikannya pada Desember 1994, dengan disertasi berjudul “Islam and the State: The Transformation of Islamic Political Ideas and Practices in Indonesia.” Disertasi ini sudah diterbitkan oleh Paramadina (edisi Indonesia, 1998) dan Institut of Southeast Asian Studies, SIngapura (edisi Inggris, 2003).

Image
LSPEU Indonesia: 2003
Sekembalinya dari Amerika Serikat, ia mengajar di program Paska Sarjana  dan Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta. Selain mengajar, hari-harinya disibukkan dengan menulis, ceramah, dan seminar di dalam maupun luar negeri. Beberapa bukunya – termasuk terjemahan dan suntingan – adalah: Muhammad Kekasih Allah (terjemahan karya Syed Hossein Nasr, Mizan: 1984); Merambah Jalan Baru Islam (dengan Fachry Ali, Mizan: 1986); Hak Azasi dalam Islam (suntingan, dengan Harun Nasution, Yayasan Obor: 1988); Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (Paramadina, 1998); Radikalisme Islam (suntingan dengan Hendro Prasetyo, PPIM: 1998); (Re)Politisasi Islam: Pernahkan Islam Berhenti Berpolitik? Mizan: 2000); Teologi Baru Politik Islam, Galang: 2001); Msyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan (Galang: 2001); Politik Bank Sentral (bersama Fachri Ali et al., LSPEU Indonesia: 2003); The Politics of Central Bank (bersama Fachry Ali et al., LSPEU Indonesia: 2003); Islam and the State in Indonesia (ISEAS: 2003); Jalan Tengah Politik Islam (UshulPress, 2005); Gus Dur dan Pupusnya Dwi Tunggal (UshulPress, 2005); Islam in Contemporary Indonesian Politics (UshulPress dan Soegeng Sarjadi Syndicate, 2006).

Bahtiar pernah pula bergabung dengan Center for Policy and Development Studies (CPDS); menjadi sekretaris Menteri Agama Dr. Tarmizi Taher selama 10 hari; dan Deputi Direktur pada Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha. Bersama Duta Besar Salim Said, Bahtiar pernah pula menjadi co-host dalam Mimbar Indonesia, acara mingguan TVRI). Juga menjadi nara sumber di barbagai acara talk host televisi dan radio. Terakhir ia menjadi senior fellow pada Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological Universities (NTU), Singapura.

Suami dari Fardiah, dan ayah dari Siti Nurul Hapsari, Arina Hayati, dan Atia Adjani ini memperoleh gelar guru besar di bidang Ilmu Politik pada UIN Jakarta pada Januari 1996.