interviews
"PPP Mau Jadi Pembaharu Dalam Konteks Apa?" PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 11 June 1997
Dengan pertimbangan pragmatis, akhirnya PPP akan menerima hasil pemilu. Tentu dengan catatan-catatan. Demikian "ramalan" Dr. Bahtiar Effendi, pengamat politik berusia 37 tahun, tentang sikap PPP terhadap hasil Pemilu 1997. Bukan pertimbangan taktis atau politis, tapi lebih pada sisi yang praktis yaitu karena perolehan suara PPP naik.

PPP memang tak punya pilihan lain. Kalaupun ada wilayah atau kabupaten yang belum menandatangani hasil pemilu, itu hanyalah merupakan proses tawar menawar penambahan suara PPP yang kurang. Doktor politik lulusan Ohio State University AS ini juga mengatakan, agak sulit mengharapkan PPP menjadi partai pembaharu. Selain kurangnya sumber daya manusia dalam partai berlambang bintang ini, juga karena partai ini tidak punya visi politik yang jelas.

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara Darol Mahmada dari TEMPO Interaktif dengan Wakil Direktur Lembaga Studi pengembangan Etika Usaha Indonesia (LSPEUI) ini. Wawancara berlangsung di kantornya, Gedung Menara Perdana Jalan HR Rasuna Said Kuningan (11/5).

Read more...
 
"Kiai Tidak Akan Menggadaikan Pondoknya Demi Orsospol" PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 08 February 1997
Pesantren tak ubahnya sebuah kerajaan kecil, kata seorang peneliti. Di situ berhimpun menjadi satu; kiai pengasuh pesantren yang kharismatik dan ditaati, santri dalam jumlah ratusan hingga ribuan, masjid tempat salat berjamaah dan bermusyawarah, pondok tempat tinggal, sampai tumpukan kitab kuning--kitab ulama klasik yang saking kunonya sampai berwarna kekuningan atau bahkan dicetak dengan kertas kuning. Semua sistem ini terpadu sedemikian rupa, sehingga kerap dianggap menjadi "agen perubahan sosial" yang patut diperhitungkan banyak kalangan.
Read more...